5 Sopir Grab Di Ciduk Polisi Karena Order Fiktif

0
58
Pelaku Order Fiktif Grab Di Tangkap Oleh Polda BAli

Teknologi Informasi yang berkembang sangat cepat terkadang tidak di ikuti dengan perkembangan moral para penggunanya. Seperti kejadian yang terjadi di Bali. 5 orang yang berprofesi sebagai mitra Grab atau kita lebih kenal dengan istilah Driver Taxi Online ini harus mempertanggung jawabkan kecurangannya di depan pihak berwajib karena melakukan order fiktif untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Kelima supir grab yang di tangkap oleh Polda Bali adalah HC (32), ANS (37), PW (21), AS (23), dan AR (27). Mereka di tangkap karena menggunakan aplikasi pihak ketiga yang berfungsi untuk memalsukan koordinat GPS mereka yang terpasang di Smartphone para pelaku.

Agen Poker IDNPlay Terpercaya
Agen Poker IDNPlay Terpercaya

Grab dikabarkan mengalami kerugian hingga ratusan juta karena order fiktif ini, maka pihak Grab bekerjasama dengan instansi kepolisian bekerja sama untuk mengungkap sindikat order fiktif yang membuat perusahaan rugi.

Dirkrimsus Polda Bali, Kombes Pol Anom Wibowo menyatakan bahwa aplikasi yang dikenal dengan nama Fake GPS ini digunakan oleh para pelaku untuk memanipulasi aplikasi grab yang memanfaatkan GPS. Sehingga dapat dilakukan Routing Maps atau memanipulasi rute perjalanan dari yang seharusnya dekat menjadi jauh.

Para pelaku juga diduga tidak benar-benar menerima orderan dari customer secara langsung, semua kejahaatan ini sudah di lakukan secara berencana dan terstruktur. Istilah ini sudah banyak di kenal dikalangan komunitas Taxi Online dengan nama Tuyul. Penyebaran Tuyul ini membuat para perusahaan penyedia layanan transportasi online ini mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Para pelaku dikabarkan mendapatkan bonus dari Grab hingga ratusan ribu per hari menggunakan metode tuyul ini. Sedangkan pihak penyedia layanan mengalami kerugian karena orderan yang masuk ke sistem merupakan order fiktif.

Diskrimsus juga masih melakukan pendalaman adanya keterlibatan orang dalam IT di Grab yang memungkinkan aksi ini bisa dilakukan. Dalam hal ini, Pihak Grab yang diwakilkan oleh Iwan Restu Ary memberikan pernyataan bahwa pihak Grab berhasil mengendus kasus ini setelah dilakukan audit sistem yang menunjukan ada mitra Grab yang melakukan manipulasi rute perjalanan.

Leave a Reply